Template Excel liga padel: unduh gratis dan susun klasemennya
Menyusun liga klub di Excel adalah hal pertama yang dilakukan semua orang, dan itu masuk akal: aplikasinya sudah ada, gratis, dan dalam satu sore jadwalnya jadi. Dan memang berhasil. Sampai ukuran tertentu berhasil dengan sangat baik. Ini template kami, cara memakainya dalam lima menit, lalu penjelasan jujur soal dari titik mana template ini mulai tidak cukup.
Unduh di sini
Empat lembar: Pasangan, Jadwal, Hasil, dan Klasemen. Jadwal setengah kompetisi sudah jadi untuk 6, 8, 10, dan 12 pasangan.
Gratis, tanpa daftar dan tanpa email. Bisa dibuka di Excel, Numbers, dan Google Sheets.
Terkait: Cara mengatur turnamen padel tanpa Excel (dan tanpa kekacauan WhatsApp) ·Americano, Mexicano, atau sistem gugur: format turnamen padel mana yang harus dipilih
Isi templatenya
Empat lembar saja. Makin sedikit yang perlu diutak-atik, makin kecil kemungkinan rusak di tengah musim.
Pasangan
Daftar peserta liga: nama pasangan, dua pemainnya, dan nomor telepon atau email. Nama yang kamu tulis di sini yang nanti muncul di jadwal dan klasemen, jadi tulis dengan benar sejak awal dan jangan diubah lagi.
Jadwal
Satu tab per ukuran: 6, 8, 10, dan 12 pasangan. Format semua lawan semua sudah dibagi per pekan. Dengan 6 pasangan ada 15 laga dalam 5 pekan, dengan 8 pasangan 28 laga dalam 7 pekan, dengan 10 pasangan 45 laga dalam 9 pekan, dan dengan 12 pasangan 66 laga dalam 11 pekan. Kamu tinggal mengisi tanggalnya.
Hasil
Satu baris per laga: pekan, pasangan A, pasangan B, dan skor per set (6-3, 4-6, 10-8). Kamu cukup menulis gamenya. Tidak perlu menandai siapa yang menang: lembarnya yang menyimpulkan.
Klasemen
Poin, main, menang, kalah, set menang dan kalah, game menang dan kalah, plus dua selisihnya. Semua pakai rumus: di sini tidak ada yang diketik manual, isinya terisi seiring hasil masuk.
Cara memakainya dalam lima menit
Lima langkah. Kalau urutannya begini, liga siap sebelum kopimu dingin.
1. Isi lembar Pasangan
Satu nama per baris, mulai dari baris kosong pertama dan tanpa baris kosong di tengah: rumusnya menghitung baris berurutan, dan satu baris bolong bikin klasemen kacau. Tambahkan nomor telepon salah satu pemain, nanti kamu berterima kasih pada diri sendiri.
2. Buka tab sesuai jumlah kalian
Kalau kalian 8 pasangan, pakai tab Jadwal 8 dan hapus tiga tab lainnya. Kalau jumlahnya ganjil —7, 9, atau 11— ambil tab genap di atasnya dan beri nama pasangan terakhir "Libur": siapa pun yang kebagian melawannya, pekan itu istirahat.
3. Sebar pekan-pekannya ke kalender
Tulis tanggal di kepala tiap pekan. Satu laga per pasangan per pekan adalah ritme yang orang sanggup jalani tanpa mengeluh. Dengan 8 pasangan berarti 7 pekan, hampir dua bulan liga: cek libur panjang dulu sebelum jadwal dikunci.
4. Masukkan skor sambil jalan
Di lembar Hasil, tiap kali ada laga selesai. Sebaiknya di hari yang sama, karena skor di WhatsApp menumpuk dan di pekan ketiga kamu sudah lupa mana milik siapa. Kalau ada laga yang ditunda, biarkan barisnya kosong: klasemen hanya menghitung yang sudah dimainkan.
5. Jangan utak-atik klasemen
Klasemen dihitung ulang setiap kali kamu memasukkan hasil. Kalau kamu mulai mengurutkannya manual atau menggeser baris, rumusnya rusak dan sejak saat itu tabelnya bohong. Ini kesalahan nomor satu, jauh di atas yang lain.
Cara kerja rumusnya
Kamu tidak perlu paham rumusnya untuk memakainya, tapi kalau paham kamu bisa menyesuaikannya dengan kebiasaan klubmu.
Poin: 3, 1, dan 0
Tiga poin untuk menang, satu poin untuk kalah tapi tetap main, nol untuk yang tidak datang. Pembagian ini paling cocok untuk liga klub: menghargai kemenangan, tapi juga menghargai orang yang tetap datang malam-malam dan bermain padahal tahu bakal kalah. Kalau kamu lebih suka 2-1-0, ganti angka 3 di rumus kolom poin, selesai.
Set dan game
Lembar itu membaca tiap skor, menghitung berapa set yang dimenangkan tiap pasangan, dan menjumlahkan game dari semua laganya. Dari situ muncul empat kolom set dan game menang-kalah, plus dua selisih yang justru jadi penentu saat poinnya sama.
Penentu saat poin sama
Tabel diurutkan berdasarkan poin, lalu selisih set, lalu selisih game. Head-to-head tidak masuk rumus: kalau dua pasangan sama persis di ketiga kolom, buka lembar Hasil, lihat siapa yang menang saat mereka bertemu, lalu putuskan. Ini terjadi sekali tiap tiga liga, tapi tetap terjadi.
Tips: sebelum liga dimulai, masukkan dua hasil percobaan dan pastikan klasemennya bergerak sesuai harapan. Setelah itu hapus. Satu menit sekarang menghindarkan kekacauan di pekan kelima.
Di mana template ini mentok
Template ini bukan umpan supaya kamu akhirnya mengunduh aplikasi. Ini template yang benar-benar jalan. Tapi ada tujuh situasi konkret di mana Excel berhenti membantu dan mulai menambah kerjaan, dan itu pantas disebutkan:
| Situasi | Dengan Excel | Dengan aplikasi |
|---|---|---|
| Lebih dari 12 pasangan | Kamu melebarkan tabel manual. Dengan 14 pasangan jadi 91 laga dalam 13 pekan: satu sore penuh menyusun jadwal. | Jadwal dibuat untuk jumlah berapa pun, mau 14 pasangan atau 24. |
| Menjadwal ulang satu laga | Kamu ubah tanggal di file, lalu memberi tahu empat pemain lewat WhatsApp satu per satu. | Kamu ubah tanggalnya dan keempatnya langsung dapat notifikasi. |
| Semua pemain bisa lihat klasemen | Kamu kirim ulang filenya atau tangkapan layar tiap pekan. Lalu kirim lagi waktu ada yang kehilangan. | Satu tautan publik, selalu terbarui, bisa dibuka kapan saja. |
| Pemain memasukkan hasil sendiri | Mereka kirim lewat WhatsApp dan kamu yang menyalin, syukur-syukur di hari yang sama. | Yang baru selesai main memasukkannya dari ponsel dan kamu tinggal mengonfirmasi. |
| Ada yang mundur di tengah liga | Kamu putuskan manual mau diapakan laga yang sudah dimainkan pasangan itu, lalu periksa baris per baris. | Kamu tarik pasangannya dan klasemen dihitung ulang sesuai aturan yang kamu pilih. |
| Main kandang dan tandang | Kamu duplikat jadwal, balik posisi tuan rumah dan tamu, lalu menomori ulang pekannya manual. | Kamu centang kandang-tandang saat membuat liga. Sudah. |
| File yang beredar di WhatsApp | Ujung-ujungnya ada tiga versi beredar dan tidak ada yang tahu mana yang benar. | Satu tabel di cloud. Tidak ada versi-versian, cuma ada satu. |
Kapan tepatnya waktunya pindah
Tidak perlu meninggalkan Excel cuma karena ingin pindah. Ada tiga tanda yang cukup jelas, dan begitu dua muncul bersamaan, file itu sudah lebih banyak memakan waktu daripada menghematnya:
Kalian lewat dari 12 pasangan
Di atas itu jadwal tidak muat lagi dalam satu layar, jumlah laga membengkak, dan tiap perubahan memaksamu memeriksa puluhan baris.
Liga berjalan lebih dari 6 pekan
Makin panjang ligamu, makin banyak penundaan, cedera, dan orang yang mundur di tengah jalan. Liga dua bulan menumpuk perubahan yang sulit ditangani spreadsheet.
Masuk lebih dari 5 pesan tiap pekan
Kalau tiap pekan ada lima pesan "kita lawan siapa?" dan "posisi kita di mana?", kamu bukan lagi mengelola liga: kamu jadi mesin pencarinya. Dan itu tidak selesai dengan menambah tab.
Kalau dua dari tiga tanda itu terasa familier, ada baiknya melihatpengelolaan liga di FenixPlay sebelum musim berikutnya dimulai, meski musim ini kamu selesaikan di Excel.
Alternatif tanpa Excel
Kalau templatenya sudah terasa sempit, solusinya bukan template yang lebih besar. Kamu bisamembuat liga padel langsung di aplikasi dan mengerjakan hal yang persis sama tanpa menulis satu rumus pun:
Pertanyaan yang sering muncul
Kesimpulan
Kalau ini liga pertamamu dan pesertanya delapan pasangan, template ini sudah lebih dari cukup: unduh, ketik namanya, lalu main. Kamu tidak butuh yang lain, dan siapa pun yang bilang sebaliknya sedang menjual sesuatu. Nanti saat pesertanya lima belas pasangan, ligamu berjalan tiga bulan, dan pesan masuk lima kali seminggu, balik lagi ke sini. Excel bukan musuh, dia cuma punya batas, dan lebih baik tahu di mana batas itu sebelum kamu menabraknya.
Jalankan ligamu tanpa berantem dengan spreadsheet
Unduh templatenya dan mulai hari ini. Kalau ligamu membesar, pindahkan ke FenixPlay dalam lima menit.